
KENAL MUSIM, KENAL USAHA TANI, KENAL DIRI, KENAL ADAT, DERITA LAPAR BERKURANG.
5 LANGKAH MENGURANGI DERITA MUSIM LAPAR
Musim lapar bikin susah keluarga.
Jangan kuatir, ada cara mengahadapinya.
Kumpulkan anggota keluargamu. Duduklah dengan santai.
- Mainkan Kartu Kuartet pasangan kondisi sumber daya alam, usaha tani, adat dan kejadian-kejadian khusus di dalam rumah tangga.
- Mainkan Ular Tangga situasi pasang surut rumah tangga
- Setelah bermain Kuartet dan Ular Tangga, semoga anda tercerahkan oleh permainan tadi. Kini Anda siap dengan cermat menggunakan SISIBULAT yaitu alat pengingat hubungan kondisi alam, usaha tani, adat dan rumah tangga.
- Setelah mengenali kait mengkait situasi dan kondisi hingga ancaman musim lapar, Anda siap menyusun rencana aksi menggunakan Poster Rencana Aksi mengurangi derita musim lapar.
- Kabarkan rencana aksi saudara kepada kerabat dan sahabat agar bisa saling menguatkan dalam membuat rencana aksi bersama. Anda bisa mengacu pada Risalah Kebijakan terlampir.
LANGKAH 1: PERMAINAN KARTU KUARTET
Ajak lebih dari dua orang anggota keluarga untuk mencocok-cocokan pasangan kondisi sumber daya alam, usaha tani, adat dan kejadian-kejadian khusus di dalam rumah tangga.
Permainan akan mengasyikan ketika pemain saling mengingat kartu yang dimiliki oleh pemain-pemain yang lain.
Setiap pemain harus mengingat dan mewaspadai permintaan kartu dari teman bermainnya. Agar rahasia pasangan kartu yang dimilikinya tidak terbongkar.
Yuuk lanjutkan permainan ke ular tangga
LANGKAH 2: PERMAINAN ULAR TANGGA
Setelah mengenali pasangan kondisi sumber daya alam, usaha tani, adat dan kejadian-kejadian khusus di dalam rumah tangga, sekarang waktunya kita menjajaki situasi pasang surut rumah tangga melalui permainan ular tangga berikut ini.
Cara bermain:
- Gelar papan ular tangga, dan letakkan kartu-kartu secara acak di sekitar papan, dengan angka-angka pada bagian tampak atas. Siapkan dadu dan wadahnya.
- Tentukan urutan pemain. Masing-masing menerima kesempatan melempar dadu. Pemain yang mendapat angka tertinggi mulai lebih dahulu dilanjutkan secara berurutan oleh pemain yang mendapatkan angka yang lebih rendah.
- Pemain pertama mulai melempar dadu, lalu langkahkan pion pada kotak-kotak ular tangga sebanyak angka yang muncul pada dadu.
- Bila langkah terhenti pada kaki tangga, silakan buka kartu sesuai dengan nomor yang ada pada kaki tangga. Bila Langkah terhenti pada ekor ular, silakan buka kartu yang sesuai dengan nomor pada ekor ular.
- Sebelum menaiki tangga atau menuruni ular, silakan membicarakan isi kartu dengan pertanyaan-pertanyaan pada tepi sisi papan bermain. Masing-masing pemain diminta bebas mempertanyakan isi kartu dengan membaca pertanyaan yang ada di hadapannya.
- Permainan dilanjutkan oleh pemain berikutnya, dengan aturan yang sama.
- Pemain yang mendapatkan angka kembar pada dadu, mendapat bonus 1 kesempatan lagi.
- Permainan berakhir ketika seorang pemain sampai pada kotak nomor 100. Bila langkahnya melampaui angka 100, maka pemain harus melangkahkan mundur pion nya sesuai sisa angka yang muncul pada dadu.
LANGKAH 3: KALENDER SISIBULAT
Alat ini merupakan “jembatan keledai” atau alat bantu bagi anggota keluarga mengingat dan memahami hubungan nyata antara kondisi dan situasi dari alam, usahatani, adat dan rumah tangga. Dengan alat ini, orang dapat tahu pembagian musim sepanjang tahun. Kemudian orang dapat mempertimbangkan ketepatan usaha taninya menurut musim yang berjalan. Dari sini orang dapat menyadari dan menginsyafi kecukupan panen-nya untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan sosial ekonomi budaya yang lain sepanjang tahun. Dengan demikian penggunaan alat ini dapat membantu orang berdaulat pangan menghindari ancaman derita musim lapar.
Langkah penggunaan Kalender SISIBULAT:
- Silakan rangkai lingkaran-lingkaran yang tersedia bersama anggota keluarga, mulai dari lingkaran terkecil. Lingkaran ini berisi keterangan musim dan jumlah curah hujan sepanjang tahun. Tumpuklah lingkaran-lingkaran yang lebih besar di bawah lingkaran musim ini.
- Di luar lingkaran terkecil terdapat lingkaran-lingkaran komoditas pangan (padi, jagung, singkong) sesuai dengan yang sedang/akan saudara usahakan.
- Sesudah lingkaran komoditas pangan, saudara dapat menempatkan lingkaran kegiatan ritual adat dan lingkaran kegiatan di luar ritual adat (natal, baptisan, lebaran, 17 Agustus, bayar SPP sekolah anak, bayar biaya kuliah anak, dll).
- Perlakukan lingkaran tengah (terkecil) sebagai lingkaran yang statis (tidak bergeser). Lingkaran berikutnya (lingkaran budidaya pangan) dapat digeser sesuai dengan situasi yang ada.
- Lingkaran diluar lingkaran komoditas dapat digeser dan diubah sesuai dengan situasi musim dan budidaya pangan yang sedang berjalan.
- Temukan hubungan antara siklus musim, siklus budidaya tanaman pangan, dan siklus sosial ekonomi budaya yang sedang terjadi.
- Pastikan apakah pada saat bulan lapar (warna merah) tersedia cukup bahan pangan, serta bahan kebutuhan-kebutuhan lainnya, termasuk kebutuhan adat.
- Bila saat ini kita tidak dapat menghindari bulan lapar, maka gunakan pengalaman itu untuk mengantisipasi bulan lapar berikutnya dengan menyusun rencana aksi (misalnya menggeser acara adat, menambah budidaya pangan, serta menyelaraskan simpanan pangan keluarga)
- Dengan demikian melalui kalender ini kita dapat belajar menyadari, menginsyafi sekaligus menentukan langkah menghindari ancaman derita bulan lapar yang akan kita susun dalam rencana aksi secara mandiri.
LANGKAH 4: MENGISI POSTER RENCANA AKSI KELUARGA
Setelah menyadari dan menginsyafi perlunya keselarasan hubungan antara siklus musim, siklus budidaya tanaman pangan, dan siklus sosial ekonomi budaya yang diperlukan untuk mengurangi derita musim lapar, maka tentukan tindakan-tindakan (taktik) yang harus dilakukan untuk mengubah situasi. Tindakan-tindakan itu dapat diperoleh dari proses menggeser/mengadaptasikan lingkaran-lingkaran di luar siklis musim komoditas pengganti.
Selanjutnya tuliskan pada Poster Rencana Aksi Keluarga, seluruh tindakan yang harus diambil/dilakukan agar ancaman derita musim lapar tidak terulang.
Rencana Aksi ini membutuhkan kesepakatan dan kepatuhan seluruh anggota keluarga.
LANGKAH 5: RISALAH KEBIJAKAN
Ancaman derita musim lapar dapat diatasi dengan kebersamaan. Kabarkan manfaat SISIBULAT kepada kerabat dan sahabat agar bisa saling menguatkan.
Risalah Kebijakan “Kalender Musim Menggerakkan Adat untuk Berdaulat Pangan” dapat di baca di halaman ini atau unduh format PDF disini.





























